Sejarah Al- Qur’an
Al- Qur’an yang kita baca setiap harinya mempunyai sejarah yang sangat panjang, penuh dengan lika liku dan pengorbanan, keterangan ini saya ambil dari salah satu pakar Tafsir Indonesia yang berasal dari kota kudus Jawa Tengah KH. M. Sya’roni Ahmadi Allahu Yarham.
Beliau membahas tentang tafsir surah Al Isra’ ayat : 9
9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar (Al Isra’ : 9)
Al-Qur’an Allah turunkan ke bumi melalui dua tahapan
– Tahapan yang pertama adalah Allah SWT turunkan Al Qur’an dalam bentuk kitab utuh yaitu ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat jibril untuk menurunkan Al-Qur’an dari lauhil Mahfudz ke salah satu tempat yang dinamakan Baitul Izzah
– Tahapan yang kedua adalah Allah SWT menyuruh malaikat jibril untuk menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap atau berangsur – angsur yaitu ketika malaikat Jibril menyampaikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan dakwah, ada yang 5 Ayat seperti pertama kali wahyu turun surah Al- Alaq ayat 1- 5 kemudian ada yang 1 Surah seperti surah Al- Kautsar ada yang 1 Ayat seperti surah Al Baqoroh ayat 282 bahkan ada yang ½ ayat seperti wahyu terakhir surah Al Maidah ayat 3
Itulah proses Allah SWT menurunkan Al- Qur’an ke dunia ini, memang turunya Al- Qur’an ada keistimewaan tersendiri tidak seperti kitab-kitab sebelumnya, perlu diketahui kitab – kitab sebelum Al- Qur’an ada 3 yaitu kitab Taurah, Zabur, Injil dimana Allah SWT menurunkan kitab tersebut dalam keadaan utuh tidak seperti Al- Qur’an yang Allah turunkan secara bertahap, Allah SWT melakukan demikian pasti mempunyai alas an tersendiri, salah satu alasanya adalah agar ayat yang Allah turunkan ke Nabi besar Muhammad SAW langsung di hafal dan masuk ke hati Nabi besar Muhammad SAW, seperti halnya ditulis di Al- Qur’an surah Al-FurQon ayat : 32
32. Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah[1066] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Itulah hebatnya Rasulullah SAW setiap wahyu yang diturunkan langsung hafal,